Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Moodle untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa

  • Muhammad Imam Badruttamam Universitas Negeri Semarang
  • Neng Rodiah Pertiwi Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon
Kata Kunci: Discovery learning; ,moodle; critical thinking; 21st Century skills

Abstrak

Tantangan dan persaingan global mengharuskan sumber daya manusia memiliki kualitas agar dapat bersaing di masyarakat dengan memiliki keterampilan abad ke 21. Ketrampilan berfikir kritis adalah suatu kompetensi untuk dapat memecahkan masalah yang dibutuhkan untuk menjawab sebuah tantangan di masa kini maupun tantangan dimasa depan. Penerapan model pembelajaran sangat berpengaruh dalam memicu daya  berpikir kritis, salah satunya dengan model discovery learning. Model pembelajaran discovery learning yang dibantu dengan platform Moodle membantu siswa mendapatkan distribusi materi yang diajarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model dicovery learning berbantuan moodle dalam kegiatan pembelajaran biologi materi sistem imun. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan menggunakan metode quasi experiment. Hasil dengan uji N-Gain mendapatkan nilai N-Gain kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol. Terjadi signifikansi pada keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan moodle.

Referensi

Aliftika, O., & Utari, S. (2019). Profil Keterampilan Abad 21 Siswa SMA pada Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Materi Gerak Lurus. WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika), 4(2), 141–147.
Chisiu, C. M. (2020). Development of Critical Thinking Through Online Activities. Journal Plus Education, 27(2), 125–141.
Facione, P. (2011). Critical Thinking : What It Is and Why It Counts. In Insight Development Program, 13. https://www.insightassessment.com/CT-Resources/Teaching-For-and-About-Critical-Thinking/Critical-Thinking-What-It-Is-and-Why-It-Counts/Critical-Thinking-What-It-Is-and-Why-It-Counts-PDF
Hake, R. R. (1998). Interactive engagement v.s traditional methods: six- thousand student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 63–74.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Choice Reviews Online, 40(2).
Klassen, A. C., Creswell, J., Plano Clark, V. L., Smith, K. C., & Meissner, H. I. (2012). Best practices in mixed methods for quality of life research. Quality of Life Research, 21(3), 277–380.
Mahfuzah, B. A., Munzil, M., & Utomo, Y. (2018). Evektifitas GDL (Guided Discovery Learning) dan Problem Solving terhadap KBK (Keterampilan Berpikir Kritis) dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(6).
Prasasti, D. E., Koeswanti, H. D., & Giarti, S. (2019). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Discovery Learning Di Kelas Iv Sd. Jurnal Basicedu, 3(1), 174–179.
Sahin, M. C. (2009). Instructional design principles for 21st century learning skills. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 1(1), 1464–1468. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2009.01.258
Setyaningsih, N. (2020). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menerapkan Model Discovery Learning Melalui Learning Management System Berbasis Moodle. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 4(1), 100. https://doi.org/10.20961/habitus.v4i1.45759
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan:(pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D). In Bandung: Alfabeta.
Widianingrum, E., & Purwaningrum, J. P. (2021). Jurnal Riset Pembelajaran Matematika MENGGUNAKAN MOODLE DENGAN DISCOVERY LEARNING DALAM. 3, 67–74.
Diterbitkan
2023-04-30